Mulai 15 Oktober 2026, Google Ads menggulirkan Channel Prioritization dan alokasi anggaran per kanal untuk Search, Shopping, Performance Max, dan Demand Gen. Tim iklan Indonesia perlu mengaudit pengaturan ini karena distribusi biaya antar-Search, Search Partners, dan Google Display Network kini dapat diarahkan, tetapi batas alokasinya tetap bersifat best effort, bukan batas keras.
Channel Prioritization adalah kontrol yang memberi label High Priority atau Low Priority pada kanal dalam satu tipe kampanye. Alokasi anggaran adalah persentase dari anggaran harian rata-rata yang ingin dibatasi untuk kanal Low Priority.
Apa yang berubah di Google Ads pada 15 Oktober 2026?
Pada halaman bantuan resmi Google Ads yang berlaku mulai 15 Oktober 2026, Google menyatakan fitur ini digulirkan bertahap selama beberapa bulan. Ketersediaannya dapat berbeda menurut akun, tipe kampanye, dan waktu rollout.
| Tipe kampanye | Kanal yang dapat diprioritaskan | Alokasi per kanal |
|---|---|---|
| Search | Google Search, Search Partners, Google Display Network | Didukung untuk kanal Low Priority |
| Shopping | Google Search, Search Partners | Didukung untuk kanal Low Priority |
| Performance Max | Google channels, Search Partners, Google Display Network | Didukung untuk kanal Low Priority |
| Demand Gen | Google channels, Google Display Network | Tidak didukung |
Google juga menyebut pengaturan tersedia langsung di Google Ads dan Search Ads 360. Dukungan Google Ads APIAPIPintu resmi yang dipakai 2 sistem untuk saling mengirim data, tanpa orang menyalin data secara manual.Buka glosarium dan Google Ads Editor belum tersedia pada 15 Oktober 2026 dan akan menyusul.

Bagaimana prioritas kanal memengaruhi biaya iklan?
High Priority dibelanjakan lebih dulu ketika kampanye dibatasi anggaran. Sisa anggaran dapat berpindah ke kanal Low Priority jika kanal itu masih dapat memenuhi target bidding. Saat kampanye Target CPACPABiaya rata-rata untuk mendapat 1 hasil, misalnya 1 pesanan atau 1 calon pembeli yang layak.Buka glosarium atau Target ROASROASPendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4 berarti setiap Rp 1.000 biaya iklan menghasilkan Rp 4.000 pendapatan kotor.Cara menghitung ROAS dan break-even ROAS tidak dibatasi anggaran, Google menjelaskan bahwa prioritas biasanya tidak mengubah distribusi biaya, walau persentase alokasi Low Priority tetap berlaku.
Contoh resmi Google memakai anggaran harian US$1.000 dan alokasi 5%: sistem akan berusaha menjaga biaya kanal Low Priority pada atau di bawah US$50 per hari. Namun, Google menegaskan alokasi tersebut bukan jaminan; biaya harian dapat melewati angka itu, reset setiap hari, dan selisih tidak dibawa ke hari berikutnya.
Dampaknya untuk tim finance dan marketing jelas: jangan memperlakukan persentase ini sebagai spending cap. Gunakan batas akun, alert biaya, dan rekonsiliasi harian jika toleransi overspend kecil.
Bagaimana cara mengukur dampaknya tanpa merusak atribusi?
Catat tanggal aktivasi per akun dan jangan mengubah bidding, creative, landing pageLanding pageHalaman tujuan iklan yang memuat 1 penawaran dan 1 tindakan, tanpa menu yang menarik pengunjung ke tempat lain.Apa itu landing page?, serta prioritas kanal pada hari yang sama. Perubahan bersamaan membuat penyebab pergeseran CPA atau ROAS sulit dipisahkan.
- Ekspor biaya, konversiKonversiTindakan yang Anda hitung sebagai hasil, misalnya pesanan terbayar, pendaftaran, atau chat yang menjadi calon pembeli.Buka glosarium, nilai konversi, CPA, dan ROAS per kanal untuk 14 hari sebelum perubahan.
- Aktifkan prioritas hanya pada satu kelompok kampanye yang representatif.
- Gunakan eksperimen bila tersedia, tetapi perhatikan bahwa shared budget lintas kampanye tidak didukung dalam eksperimen ini.
- Bandingkan minimal 14 hari setelah aktivasi dengan periode yang setara.
- Periksa conversion lag sebelum menyimpulkan kanal membaik atau memburuk.

Apa yang harus dilakukan sebelum migrasi Display Expansion Februari 2027?
Google menyatakan kampanye Search dengan Display Expansion akan bermigrasi otomatis pada Februari 2027. Google menyarankan Low Priority dengan alokasi harian 50% untuk mempertahankan konfigurasi yang mendekati perilaku lama, tetapi tetap menyebutnya best effort. Google Display Network juga tidak akan lagi tayang pada kampanye Search dengan strategi Target ImpressionImpresiJumlah kali iklan atau halaman Anda tampil di layar orang. Impresi bukan jumlah orang dan bukan jumlah pencarian.Buka glosarium Share setelah perubahan tersebut.
- Inventarisasi kampanye Search yang masih memakai Display Expansion.
- Bandingkan kualitas lead Search, Search Partners, dan Display dengan data CRM, bukan jumlah formulir saja.
- Tentukan batas toleransi CPA dan rasio lead valid per kanal.
- Dokumentasikan pengaturan akun, shared budget, dan override kampanye.
- Jadwalkan audit ulang sebelum Februari 2027.
Jika tracking konversi belum stabil, perbaiki fondasinya lebih dulu melalui panduan server-side conversion tracking. Untuk landing page, gunakan checklist landing page siap iklan agar perubahan CPA tidak tertukar dengan masalah halaman.
Tanya jawab
Apakah alokasi anggaran merupakan batas biaya yang pasti?
Tidak. Google menyebutnya batas best effort dan biaya harian dapat melampaui persentase yang dipilih.
Apakah fitur tersedia untuk semua akun pada 15 Oktober 2026?
Tidak selalu. Google menggulirkannya bertahap selama beberapa bulan.
Apakah Demand Gen mendukung alokasi anggaran per kanal?
Tidak. Demand Gen mendukung prioritas kanal, tetapi tidak mendukung alokasi persentase per kanal.
Apakah pengaturan ini tersedia lewat API?
Belum pada pengumuman 15 Oktober 2026. Google menyatakan dukungan API dan Ads Editor akan menyusul.
Kesimpulan operasional
Periksa apakah kartu Channel Prioritization sudah muncul, ambil baseline 14 hari, lalu uji pada kelompok kampanye terbatas. Anggap persentase alokasi sebagai sinyal optimasi, bukan pagar biaya; keputusan scale harus memakai biaya, nilai konversi, dan kualitas lead yang direkonsiliasi ke CRM.




