Break-even ROAS
Ditulis juga: break even roas, roas impas
Titik saat pendapatan iklan menutup harga pokok dan biaya media. Hitung dengan 1 dibagi margin kotor Anda.
Margin kotor 35% memberi break-even ROAS 2,86. Di bawah angka itu, setiap rupiah tambahan pada iklan mengurangi kontribusi laba. Break-even ROAS belum memasukkan gaji, sewa, dan biaya tetap lain.
Cara menghitung break-even ROAS →ROASMargin kotor
CPA
Ditulis juga: cost per acquisition, biaya per akuisisi
Biaya rata-rata untuk mendapat 1 hasil, misalnya 1 pesanan atau 1 calon pembeli yang layak.
CPA hanya berarti bila Anda menetapkan 1 hasil yang jelas. CPA untuk chat masuk dan CPA untuk pesanan terbayar adalah 2 angka berbeda.
CPCKonversi
CPC
Ditulis juga: cost per click, biaya per klik
Biaya rata-rata untuk 1 klik iklan. Hitung dengan biaya iklan dibagi jumlah klik.
CPC murah tidak berarti iklan berhasil. Klik yang murah sering berisi orang yang hanya bertanya harga. Bandingkan CPC dengan biaya per pesanan.
CPMCPA
CPM
Ditulis juga: cost per mille, biaya per seribu tayangan
Biaya untuk 1.000 tayangan iklan. CPM menunjukkan harga jangkauan, bukan harga hasil.
CPM naik saat audiens Anda sempit atau saat banyak pengiklan mengejar orang yang sama. CPM murah pada audiens yang salah tetap membuang budget.
CPCImpresi
CTR
Ditulis juga: click-through rate, click through rate
Jumlah klik dibagi jumlah tayangan, dalam persen. CTR menunjukkan seberapa sering orang menekan iklan atau hasil pencarian yang mereka lihat.
CTR rendah pada posisi tinggi biasanya menandakan judul dan deskripsi tidak menjanjikan jawaban. CTR tinggi dengan penjualan rendah menandakan janji yang tidak sesuai isi halaman.
ImpresiCPC
Impresi
Ditulis juga: impression, impressions, tayangan
Jumlah kali iklan atau halaman Anda tampil di layar orang. Impresi bukan jumlah orang dan bukan jumlah pencarian.
Satu orang dapat menghasilkan banyak impresi. Impresi berguna untuk mengukur jangkauan, tetapi keputusan budget sebaiknya memakai angka yang lebih dekat ke penjualan.
CTRCPM
Margin kotor
Ditulis juga: gross margin
Bagian dari harga jual yang tersisa setelah harga pokok barang dipotong, ditulis dalam persen.
Produk seharga Rp 100.000 dengan harga pokok Rp 65.000 memiliki margin kotor 35%. Angka ini menentukan break-even ROAS dan batas budget iklan yang masuk akal.
Break-even ROASROI
MER
Ditulis juga: marketing efficiency ratio
Total pendapatan dibagi total biaya iklan. MER menilai seluruh belanja iklan, bukan 1 campaign.
MER memakai seluruh pendapatan, termasuk pesanan dari pelanggan lama dan channel organik. MER berguna saat atribusi per campaign belum stabil, misalnya pada bisnis yang menutup penjualan lewat chat.
ROASAtribusi
ROAS
Ditulis juga: return on ad spend
Pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4 berarti setiap Rp 1.000 biaya iklan menghasilkan Rp 4.000 pendapatan kotor.
ROAS mengukur hasil kotor iklan, bukan laba. Laba baru muncul setelah harga pokok, ongkos kirim, dan biaya operasional dipotong. Bandingkan ROAS Anda dengan break-even ROAS, yaitu 1 dibagi margin kotor.
Cara menghitung ROAS dan break-even ROAS →Break-even ROASMERROI
ROI
Ditulis juga: return on investment
Laba dikurangi seluruh biaya, lalu dibagi seluruh biaya. ROI menghitung laba, sedangkan ROAS menghitung pendapatan kotor.
ROI membutuhkan data harga pokok, ongkos kirim, biaya pembayaran, dan gaji. ROAS 4 masih bisa berarti ROI negatif bila margin produk tipis.
ROASMargin kotor