Jawaban langsung: ROAS adalah pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4 berarti setiap Rp 1.000 biaya iklan menghasilkan Rp 4.000 pendapatan kotor. Rumus dan definisi ini mengikuti glosarium ROAS Konektor.

Kondisi utama: angka ROAS berguna setelah Anda menghitung break-even ROAS bisnis Anda. Break-even ROAS berasal dari margin kotor produk, bukan dari angka rata-rata industri.

Batas: ROAS memakai pendapatan kotor dan hanya menghitung biaya media. ROAS tidak mengukur laba. ROAS juga mengikuti kualitas data konversi yang masuk ke platform iklan.

Rumus ROAS dan cara membacanya

Rumus ROAS memakai 2 angka. Tulis rumusnya seperti ini:

ROAS = pendapatan dari iklan ÷ biaya iklan

Pakai periode yang sama untuk kedua angka. Biaya iklan bulan September harus bertemu pendapatan bulan September.

Baca hasilnya sebagai kelipatan. ROAS 1 mengembalikan biaya media dan tidak lebih. ROAS di bawah 1 berarti biaya media melebihi pendapatan yang iklan itu hasilkan. ROAS 4 sama dengan 400%.

Tabel berikut adalah simulasi dengan data dummy. Tabel ini menunjukkan cara ROAS menangkap perubahan lebih cepat daripada angka pendapatan saja.

BulanBiaya iklanPendapatan dari iklanROAS
JuliRp 10.000.000Rp 32.000.0003,2
AgustusRp 15.000.000Rp 39.000.0002,6
SeptemberRp 15.000.000Rp 66.000.0004,4

Pendapatan Agustus naik dibanding Juli. ROAS Agustus justru turun, karena biaya naik 50% dan pendapatan hanya naik 22%. Pemilik yang membaca pendapatan saja akan melewatkan penurunan ini.

Meja kerja pemilik toko dengan nota penjualan, kalkulator, dan ponsel
Ilustrasi: ROAS memakai 2 catatan yang harus berasal dari periode yang sama, yaitu biaya media dan pendapatan.

Break-even ROAS menentukan target Anda

Break-even ROAS adalah titik saat pendapatan iklan menutup harga pokok penjualan dan biaya media. Hitung dengan rumus ini:

Break-even ROAS = 1 ÷ margin kotor

Margin kotor 35% menghasilkan break-even ROAS 2,86. Di bawah angka itu, setiap rupiah tambahan pada iklan mengurangi kontribusi laba Anda.

Margin kotorBreak-even ROASArti angka
25%4,00ROAS 3 masih rugi pada tingkat kontribusi
35%2,86ROAS 3 mulai memberi kontribusi kecil
50%2,00ROAS 3 memberi ruang untuk menambah volume
70%1,43ROAS 2 sudah memberi kontribusi jelas

Angka pada tabel adalah hasil perhitungan rumus di atas, bukan benchmark industri. Margin kotor Anda menentukan baris yang berlaku untuk bisnis Anda.

Break-even ROAS belum memasukkan gaji tim, sewa, dan biaya tetap lain. Tetapkan target ROAS di atas break-even bila Anda ingin iklan membayar biaya tetap itu juga. Pendekatan pengujian berbasis margin kami bahas pada artikel Meta Ads growth dengan testing berbasis margin.

Berapa ROAS yang bagus?

Tidak ada 1 angka yang berlaku untuk semua bisnis. ROAS yang bagus adalah ROAS di atas break-even ROAS Anda, pada volume pesanan yang Anda inginkan.

Bisnis dengan margin 25% memerlukan ROAS di atas 4 hanya untuk menutup harga pokok dan biaya media. Bisnis dengan margin 70% sudah memberi kontribusi pada ROAS 1,5. Kedua bisnis itu memakai angka target berbeda, walau keduanya memasang iklan di platform yang sama.

Tetapkan 2 batas sekaligus. Batas bawah adalah break-even ROAS. Batas atas adalah titik saat kenaikan ROAS memaksa Anda memotong jangkauan audiens. Jalankan campaign di antara 2 batas itu, lalu naikkan budget secara bertahap.

ROAS, ROI, dan MER: 3 angka dengan pertanyaan berbeda

Tim sering memakai 3 istilah ini untuk hal yang sama. Ketiganya menjawab pertanyaan berbeda, jadi campuran istilah membuat rapat berputar tanpa keputusan.

MetrikRumusPertanyaan yang dijawabBatas
ROASPendapatan iklan ÷ biaya iklanSeberapa efisien 1 campaign atau 1 channel?Memakai pendapatan kotor dan hanya biaya media
ROI(Laba − seluruh biaya) ÷ seluruh biayaApakah kegiatan ini menghasilkan laba?Butuh data harga pokok, ongkos kirim, dan gaji
MERTotal pendapatan ÷ total biaya iklanApakah seluruh belanja iklan menggerakkan omzet?Tidak menunjuk campaign penyebab

ROAS 4 dapat berarti ROI negatif bila margin produk tipis. Hitung ROI setelah harga pokok, ongkos kirim, biaya pembayaran, dan biaya operasional dipotong.

MER memakai seluruh pendapatan, termasuk pesanan yang datang dari pelanggan lama dan channel organik. MER berguna saat atribusi per campaign masih goyah, misalnya pada bisnis dengan penjualan lewat chat.

Pilih 1 metrik utama untuk 1 keputusan. Pakai ROAS untuk memilih campaign, MER untuk menilai total belanja bulan berjalan, dan ROI untuk menilai kelayakan kegiatan.

4 kesalahan yang membuat ROAS menyesatkan

Kesalahan berikut muncul berulang pada audit akun yang kami tangani.

  1. Memakai ROAS sebagai ukuran laba. ROAS memakai pendapatan kotor. Laba muncul setelah harga pokok dan biaya operasional dipotong.
  2. Membandingkan ROAS antar bisnis. Toko fashion dan klinik gigi memiliki margin berbeda, jadi batas sehat keduanya berbeda.
  3. Mengejar ROAS tertinggi. Angka tertinggi biasanya datang dari audiens paling kecil, lalu pertumbuhan volume berhenti.
  4. Menghitung ROAS dari data yang bocor. Konversi yang tidak pernah sampai ke platform membuat angka terlihat lebih rendah.

Daftar kesalahan ini sejalan dengan catatan pada glosarium ROAS Konektor. Periksa keempatnya sebelum Anda memakai ROAS pada rapat budget.

Mengapa ROAS platform berbeda dengan ROAS laporan internal

Platform iklan menghitung konversi yang dapat ia klaim di dalam jendela atribusinya sendiri. Model atribusi menentukan interaksi mana yang menerima nilai konversi. Google menjelaskan pilihan model ini pada dokumentasi About attribution models.

Laporan internal Anda menghitung pesanan yang benar-benar terbayar. Kedua angka memakai definisi berbeda, jadi selisih adalah hal normal. Masalah muncul saat Anda memakai 2 angka berbeda untuk 1 keputusan yang sama.

Pilih 1 angka sebagai dasar keputusan budget. Pakai angka kedua sebagai pembanding, lalu catat selisihnya setiap bulan.

Nilai konversi juga menggerakkan sistem bidding. Google Ads memakai nilai konversi yang Anda kirim untuk mengejar target pada Target ROAS bidding. Nilai yang salah membuat bidding mengejar target yang salah.

Cara kami merekonsiliasi angka lintas channel ada pada artikel atribusi omnichannel Meta Ads dan rekonsiliasi.

Data konversi yang bocor menurunkan ROAS yang terlihat

Aliran air dari corong ke gelas dengan tetesan yang jatuh di luar gelas
Ilustrasi: konversi yang tidak pernah dikirim kembali ke platform iklan hilang dari perhitungan ROAS.

Penjualan yang terjadi di WhatsApp, di telepon, atau di toko fisik tidak terlihat oleh platform iklan. Platform hanya melihat event yang seseorang kirim kembali. Meta menyediakan jalur server untuk event ini melalui Conversions API.

Konektor menangkap identitas klik iklan lalu mengirim konversi yang terjadi kemudian, sehingga angka yang Anda lihat lebih dekat ke penjualan nyata. Penjelasan hubungan ROAS dan pelacakan konversi ada pada glosarium ROAS Konektor.

Kebocoran data memberi 2 kerugian sekaligus. Pertama, ROAS yang Anda lihat lebih rendah daripada kenyataan. Kedua, algoritma iklan belajar dari sinyal yang kurang, lalu mencari audiens yang salah.

Gejalanya mudah dikenali. Klik ramai, laporan platform sepi, tetapi tim penjualan sibuk. Kami membahas pola ini pada artikel klik ramai, sales sepi.

Contoh kerja: memutuskan naik atau turun budget

Contoh berikut adalah simulasi dengan data dummy. Angka di sini bukan hasil klien.

Kondisi awal. Toko online menjual 1 produk dengan margin kotor 35%. Break-even ROAS toko itu adalah 2,86.

Input. Biaya iklan bulan berjalan Rp 20.000.000. Platform mencatat pendapatan Rp 52.000.000. Laporan internal mencatat pesanan terbayar Rp 61.000.000.

Langkah. Hitung ROAS platform: 52.000.000 ÷ 20.000.000 = 2,6. Hitung ROAS internal: 61.000.000 ÷ 20.000.000 = 3,05. Bandingkan keduanya dengan break-even ROAS 2,86.

Temuan. ROAS platform berada di bawah break-even. ROAS internal berada di atas break-even. Selisih Rp 9.000.000 berasal dari pesanan WhatsApp tanpa event yang kembali ke platform.

Keputusan. Perbaiki pengiriman event dahulu. Naikkan budget 20% setelah event pesanan WhatsApp terkirim selama 7 hari penuh.

Keluaran yang dapat diamati. Jumlah konversi yang tercatat pada platform naik. Selisih antara ROAS platform dan ROAS internal mengecil. Keputusan budget berikutnya memakai 1 angka yang sama.

Checklist audit ROAS sebelum mengubah budget

Jalankan 7 pemeriksaan ini sebelum Anda menaikkan atau menurunkan budget.

  1. Hitung margin kotor produk utama. Pemilik: finance. Bukti: laporan harga pokok 3 bulan terakhir.
  2. Hitung break-even ROAS dengan rumus 1 ÷ margin kotor. Pemilik: finance. Bukti: 1 lembar perhitungan.
  3. Samakan periode biaya iklan dan periode pendapatan. Pemilik: marketing. Bukti: tangkapan layar rentang tanggal.
  4. Catat jendela atribusi dan model atribusi yang aktif. Pemilik: marketing. Bukti: setelan akun iklan.
  5. Bandingkan pendapatan platform dengan pesanan terbayar. Pemilik: marketing dan finance. Bukti: 1 tabel selisih bulanan.
  6. Periksa event pesanan dari WhatsApp, telepon, dan toko fisik. Pemilik: operasional. Bukti: log event 7 hari.
  7. Tetapkan 1 angka ROAS sebagai dasar keputusan. Pemilik: owner. Bukti: catatan keputusan tertulis.

Berhenti dan perbaiki data lebih dahulu bila pemeriksaan 5 dan 6 menunjukkan selisih di atas 10%. Keputusan budget di atas data yang bocor akan mengulang kesalahan yang sama.

Batas ROAS dan langkah berikutnya

ROAS mengukur hasil kotor iklan. ROAS tidak mengukur laba, tidak mengukur nilai pelanggan seumur hidup, dan tidak menjelaskan sebab kenaikan penjualan.

ROAS tertinggi biasanya datang dari audiens paling kecil, misalnya pelanggan lama. Bila Anda mengejar ROAS tertinggi, volume penjualan berhenti tumbuh. Pakai ROAS bersama volume pesanan dan kontribusi laba.

Kami tidak menjamin angka ROAS tertentu. Kami memperbaiki jalur data agar angka yang Anda pakai mendekati penjualan nyata.

Langkah berikutnya: pesan Attribution Bridge bila selisih ROAS platform dan ROAS internal Anda di atas 10%. Layanan itu menghubungkan event, lead, dan laporan dalam 1 jalur data.

Sumber