Satu peserta bekerja langsung bersama mentor melalui sesi live Zoom atau Google Meet.
Private AI Software Engineering Apprenticeship
Jawaban singkat: hal utama tentang Private AI Software Engineering Apprenticeship adalah ini: Kursus AI coding private 1-on-1 selama 30 hari untuk membangun dan deploy satu aplikasi nyata, dengan live mentoring dan konsultasi harian. Rp50 juta.
Program pendampingan profesional berbayar untuk programmer, bukan lowongan kerja, magang, atau bootcamp massal. Selama 30 hari, satu peserta mengerjakan planning, architecture, implementation, testing, dokumentasi, dan deploy melalui sesi live serta konsultasi harian.

Apa itu Private AI Software Engineering Apprenticeship?
Private AI Software Engineering Apprenticeship adalah program pendampingan 1-on-1 selama 30 hari. Satu peserta membangun satu aplikasi nyata bersama mentor, mulai dari planning, architecture, scaffolding, implementation, testing, dokumentasi, sampai deployment. Program ini ditujukan untuk programmer yang sudah memiliki fondasi coding dan ingin mempercepat software delivery berbantuan AI.
Harga resmi per peserta untuk program 30 hari. Biaya tool dan infrastruktur dibayar terpisah.
Aplikasi dipilih atau dibawa peserta lalu dikunci scope-nya sebelum fase implementasi.
Target program adalah satu aplikasi nyata yang dibangun, diuji, didokumentasikan, dan dideploy oleh peserta dengan pendampingan.
"Saya sudah bisa programming, tetapi ingin punya workflow AI software engineering yang benar dan menyelesaikan satu aplikasi nyata tanpa terjebak tutorial, trial-and-error, atau output AI yang sulit dirawat."
Cocok untuk Anda jika...
- Ingin hasil terukur, bukan sekadar aktivitas
- Butuh eksekusi cepat tanpa drama operasional
- Mau sistem yang bisa tim kelola setelah handover
Yang Anda dapatkan
- 1
Scope aplikasi, acceptance criteria, dan rencana kerja 30 hari
- 2
Architecture, struktur repository, data model, dan integration plan
- 3
Scaffolding project dan workflow AI-assisted development yang dipakai peserta
- 4
Implementasi fitur inti pada satu aplikasi nyata
- 5
Testing, debugging, code review, dokumentasi, dan deployment
- 6
Handover berupa decision log, checklist operasional, dan next-step backlog
Pilih format yang paling sesuai dengan tahap bisnis Anda
Struktur paket mengikuti penawaran lama, sementara desain dan komponen mengikuti sistem UI terbaru.
AI Software Engineering Apprenticeship
Programmer, software engineer, technical founder, atau perusahaan yang ingin mempercepat kapabilitas satu developer melalui satu project nyata.
- Discovery dan scope lock untuk satu aplikasi
- Sesi live private via Zoom atau Google Meet
- Konsultasi harian selama 30 hari
- Planning, architecture, implementation, testing, dokumentasi, dan deploy
- Code review, debugging, quality gate, serta decision log
- Review final dan rencana pengembangan setelah program
Output yang jelas, dampak yang terukur
Setiap area pengerjaan punya output konkret dan dampak nyata untuk bisnis Anda.
Program ini dibangun untuk transfer capability melalui pekerjaan nyata
Materi mengikuti kebutuhan aplikasi, bukan silabus generik. Mentor membantu peserta membuat keputusan, membaca risiko, memakai AI dengan batas yang jelas, dan memverifikasi hasil sebelum dianggap selesai.
Bukan kursus video
Tidak ada target menamatkan puluhan modul. Waktu dipakai untuk mengerjakan satu aplikasi yang punya scope dan acceptance criteria.
Bukan bootcamp massal
Program hanya untuk satu peserta. Review, diskusi arsitektur, dan prioritas harian mengikuti codebase yang sedang dibangun.
Bukan jasa development terselubung
Mentor tidak mengambil alih seluruh pekerjaan. Peserta tetap menulis, membaca, menguji, dan mempertanggungjawabkan code yang masuk ke aplikasi.
Alur belajar mengikuti lifecycle software yang sebenarnya
Fase 1: Scope dan system design
Hari 1-5- problem statement
- user flow
- acceptance criteria
- stack
- data model dan architecture decisions
Fase 2: Scaffolding dan core build
Hari 6-15- repository structure
- environment setup
- fitur inti
- AI coding workflow
- review diff dan debugging
Fase 3: Integrasi dan quality gate
Hari 16-24- API dan integration
- error handling
- security basics
- test strategy
- regression check dan documentation
Fase 4: Deploy dan handover
Hari 25-30- production readiness
- deployment
- smoke test
- runbook
- backlog dan review final
AI membantu mempercepat engineering, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab engineer
Coding agent bisa membaca codebase, mengedit file, menjalankan command, dan membantu verifikasi. Program ini fokus pada cara memberi konteks, membatasi scope, membaca diff, menjalankan quality gate, dan menghentikan workflow ketika buktinya belum cukup.
Planning sebelum prompt
Peserta belajar mengubah kebutuhan produk menjadi task, dependency, acceptance criteria, dan urutan implementasi yang bisa diperiksa.
Context dan repository discipline
Instruksi project, struktur folder, convention, data model, serta batas tool disiapkan agar agent tidak bekerja tanpa arah.
Review, test, dan evidence
Output AI tidak diterima hanya karena terlihat masuk akal. Diff, lint, typecheck, test, build, log, dan smoke test dipakai sesuai kebutuhan aplikasi.
Human ownership
Keputusan arsitektur, akses sensitif, perubahan produksi, dan definisi selesai tetap berada pada peserta dan mentor.
Cocok untuk programmer yang sudah punya fondasi, bukan peserta yang baru menyentuh code
Sudah memahami dasar programming, Git, terminal, API, dan database
Punya waktu untuk coding aktif dan merespons review selama 30 hari
Membawa ide aplikasi yang cukup nyata untuk diuji, tetapi masih bisa dibatasi menjadi scope 30 hari
Bersedia membaca diff, menjalankan test, dan memahami code yang dihasilkan bersama AI
Punya akses legal ke repository, data dummy, credential development, dan environment yang diperlukan
Siap membeli tool dan infrastruktur yang dibutuhkan secara terpisah
Claude Code Workflows: Dynamic Workflows yang Benar
Pelajari perbedaan workflow, subagent, branching, verification, dan cost boundary pada pekerjaan coding berbasis agent.
Baca artikel Arsitektur agentLima Lapisan Engineering AI Agent
Kerangka untuk membedakan model, context, loop, harness, dan workflow ketika membangun sistem agentic.
Baca artikel Fondasi softwareWeb Application Development
Alternatif untuk perusahaan yang membutuhkan tim Rama Digital mengerjakan aplikasi, bukan melatih satu developer.
Baca artikel
MCP Ternyata Punya 5 Versi: Bedanya dari 2024-11-05 sampai 2026-07-28
MCP bukan satu standar yang diam. Pelajari lima revisi Model Context Protocol, perbedaan era legacy-modern, evolusi transport, dan jebakan kompatibilitasnya.

Skeuomorphism dalam Web Design: Bukan Sekadar Bayangan, Tekstur, dan Tombol 3D
Panduan tebal skeuomorphism dalam web design: definisi, sejarah, neumorphism, accessibility, conversion, framework keputusan, dan implementasi modern.

Claude Self-Hosted Runner: Cara Kerja, Setup, Security, dan Kapan Layak Dipakai
Panduan Claude Code GitHub Action di self-hosted runner: arsitektur, setup OIDC/WIF, risiko persistent runner, mitigasi security, dan kapan layak dipakai.

Checklist Project Handover Software: Bukan Cuma Memindahkan Source Code
Checklist project handover software agar tim penerima bisa setup, deploy, rollback, restore, dan mengoperasikan sistem tanpa bergantung pada developer lama.

CVE-2026-48294: Celah Ekstensi Adobe Acrobat Bisa Membaca Data WhatsApp Web
HermeticReader memanfaatkan ekstensi Adobe Acrobat Chrome untuk membaca teks WhatsApp Web yang sedang tampil. Simak dampak, versi terdampak, dan langkah mitigasinya.

Claude Design Sebelum Coding: Cara Merapikan UI SaaS Tanpa Terjebak Feature Bloat
Cara memakai Claude untuk merapikan user flow, hierarchy UI, mockup, dan prototype sebelum coding, plus jalur mengikuti Kelas Jago Claude Design.
Yang termasuk & tidak termasuk
Transparan sejak awal supaya tidak ada kejutan biaya di tengah jalan.
Termasuk dalam paket
- Program private untuk satu peserta dan satu aplikasi utama
- Sesi live intensif melalui Zoom atau Google Meet sesuai jadwal yang disepakati
- Konsultasi harian selama 30 hari untuk blocker yang masih berada dalam scope aplikasi
- Pendampingan planning, architecture, coding, review, testing, dokumentasi, dan deploy
- Transfer cara berpikir, quality gate, debugging pattern, dan workflow kerja yang digunakan selama program
- Review progres dan koreksi arah agar peserta tetap memahami codebase yang dibangun
Belum termasuk
- Biaya Claude, API model AI, hosting, domain, database managed, email, atau tool pihak ketiga
- Langganan Claude Max; paket Max 20x direkomendasikan untuk penggunaan intensif, tetapi tetap dibeli peserta
- Pengerjaan aplikasi sepenuhnya oleh mentor tanpa keterlibatan aktif peserta
- Penambahan aplikasi kedua atau perubahan scope besar setelah rencana kerja dikunci
- Maintenance produksi setelah 30 hari, operasi on-call, atau pengembangan lanjutan di luar agreement
- Pembagian seluruh workflow proprietary, template internal, credential, atau sistem operasional Rama Digital yang tidak diperlukan untuk aplikasi peserta
Pertanyaan seputar Private AI Software Engineering Apprenticeship
Apa bedanya program ini dengan kursus AI coding atau bootcamp programmer? +
Kursus dan bootcamp biasanya memakai kurikulum yang sama untuk banyak peserta. Program ini private 1-on-1 dan seluruh pembelajaran mengikuti satu aplikasi nyata milik peserta, dari scope sampai deploy.
Apakah program ini cocok untuk pemula yang belum bisa programming? +
Tidak. Peserta minimal perlu memahami dasar programming, Git, terminal, API, dan database. Program ini memperdalam cara kerja software engineering berbantuan AI, bukan menggantikan fondasi coding.
Aplikasi seperti apa yang bisa dibangun dalam 30 hari? +
Web app, internal tool, automation dashboard, API service, atau produk sejenis bisa dipertimbangkan. Kelayakannya ditentukan lewat discovery. Scope harus cukup sempit untuk dibangun, diuji, didokumentasikan, dan dideploy dalam 30 hari.
Berapa harga Private AI Software Engineering Apprenticeship? +
Harga resminya Rp 50.000.000 per peserta untuk program 30 hari. Harga ini mencakup sesi live private dan konsultasi harian dalam scope yang disepakati.
Apakah biaya Claude, API, hosting, dan domain sudah termasuk? +
Belum. Langganan Claude, API model AI, hosting, domain, database managed, email, dan tool pihak ketiga dibayar peserta atau perusahaan secara terpisah.
Apakah Claude Max 20x wajib? +
Tidak wajib, tetapi direkomendasikan untuk penggunaan Claude yang intensif selama program. Kebutuhan aktual tetap bergantung pada stack, volume kerja, model, dan tool yang dipakai.
Bagaimana format sesi live dan konsultasi hariannya? +
Sesi live dilakukan melalui Zoom atau Google Meet sesuai jadwal yang disepakati. Konsultasi harian dipakai untuk review progres, blocker, keputusan teknis, dan next action yang masih berada dalam scope aplikasi.
Apakah mentor akan mengerjakan seluruh aplikasinya? +
Tidak. Ini apprenticeship, bukan jasa development. Mentor mendampingi planning, memberi review, membantu debugging, dan mengoreksi arah. Peserta tetap aktif membangun dan memahami codebase.
Apakah seluruh workflow proprietary Rama Digital akan dibagikan? +
Tidak. Peserta mendapat cara kerja, quality gate, dan pola engineering yang diperlukan untuk menyelesaikan aplikasi. Template internal, credential, serta workflow proprietary yang tidak relevan dengan project peserta tetap menjadi aset internal.
Apa yang terjadi jika scope berubah atau aplikasi belum selesai dalam 30 hari? +
Scope besar yang baru akan dipisahkan sebagai change request atau fase lanjutan. Program tetap ditutup dengan status build, dokumentasi, blocker yang belum selesai, dan backlog agar arah berikutnya jelas.
Mulai Private AI Software Engineering Apprenticeship hari ini
Checkout langsung, atau jadwalkan konsultasi gratis 30 menit untuk membahas kebutuhan Anda dulu.