OpenClaw 2026.3.7 / 2026.3.8 Bermasalah untuk Kimi K2.5? Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Update

OpenClaw 2026.3.7 / 2026.3.8 Bisa Bermasalah untuk User Kimi K2.5: Ini yang Perlu Anda Tahu Sebelum Update
Kalau Anda memakai OpenClaw dengan model Kimi K2.5 (kimi-coding/k2p5), ada satu hal penting yang sebaiknya tidak diabaikan: OpenClaw versi 2026.3.7 dan 2026.3.8 dilaporkan bermasalah untuk tool calling.
Masalah ini bukan tipe bug kecil yang bisa dianggap sepele. Dampaknya langsung terasa di workflow harian, terutama kalau Anda sering mengandalkan:
- eksekusi command,
- file operation,
- browser automation,
- atau task yang butuh tool berjalan secara konsisten.
Singkatnya: kalau workflow Anda bergantung pada tool calling Kimi K2.5, dua versi ini sebaiknya dihindari dulu.
Masalahnya ada di mana?
Gejala yang dilaporkan cukup jelas.
Pada kondisi normal, ketika user memberi instruksi seperti:
execute ls -la
model seharusnya memanggil tool secara nyata, lalu OpenClaw mengeksekusinya. Namun di versi 2026.3.7 dan 2026.3.8, untuk Kimi K2.5, yang terjadi justru bisa seperti ini:
- model menulis
exec({"command":"ls -la"})sebagai teks biasa, - model terlihat seperti sedang menjalankan sesuatu, tapi hanya looping “Executing...”,
- atau lebih parah, model memberi kesan seolah task sudah berhasil, padahal tool sama sekali tidak berjalan.
Ini yang membuat bug ini berbahaya. Bukan hanya gagal, tapi bisa menimbulkan false confidence.
Kenapa ini serius?
Karena dalam sistem agent, masalah terbesar bukan selalu error yang terang-terangan. Kadang yang lebih berbahaya justru ketika sistem terlihat bekerja, padahal sebenarnya tidak.
Kalau tool calling tidak benar-benar tereksekusi, maka risikonya antara lain:
- command tidak jalan walau model bilang sudah jalan,
- file tidak berubah walau model bilang sudah diedit,
- automasi jadi tidak bisa dipercaya,
- user bisa salah ambil keputusan karena mengira eksekusi sudah selesai.
Untuk user yang memakai OpenClaw hanya untuk ngobrol, mungkin dampaknya kecil. Tapi untuk user yang benar-benar memakai OpenClaw sebagai alat kerja, ini jelas masalah besar.
Apakah masalahnya ada di Kimi API?
Dari investigasi yang beredar, poin pentingnya justru ini: bukan Kimi API yang rusak.
Tool calling pada sisi request disebut masih berjalan normal. Payload dikirim dengan benar, dan Kimi API tetap bisa mengembalikan blok tool_use yang semestinya.
Masalah yang diduga terjadi justru ada di response handling / parser OpenClaw pada versi 2026.3.7+ saat membaca response Kimi.
Dengan kata lain:
- request side: aman
- response side: bermasalah
Jadi inti problem-nya bukan “Kimi tidak support tool calling”, melainkan hasil tool use dari Kimi tidak diproses dengan benar oleh OpenClaw pada versi tertentu.
Siapa yang terdampak?
Tidak semua user OpenClaw kena dampaknya.
Yang paling terdampak adalah:
- user Kimi K2.5,
- user yang sering memakai
exec, browser automation, file operation, dan tool-based workflow, - user yang mengandalkan OpenClaw untuk task operasional nyata.
Kalau Anda memakai model lain seperti Gemini atau GLM, laporan yang beredar menunjukkan kondisinya lebih aman.
Versi mana yang aman?
Menurut sumber yang dibagikan komunitas:
- 2026.3.7 → bermasalah untuk Kimi K2.5
- 2026.3.8 → masih terdampak
- 2026.3.2 → disebut sebagai versi terakhir yang stabil untuk use case ini
Artinya, untuk user Kimi K2.5, pendekatan paling aman saat ini adalah: tetap di 2026.3.2 dulu, sambil menunggu perbaikan resmi.
Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan?
Kalau Anda sudah terlanjur update ke 2026.3.7 atau 2026.3.8 dan memakai Kimi K2.5, maka opsi paling masuk akal ada dua:
Opsi 1 — Downgrade ke 2026.3.2
Ini opsi paling aman kalau tool calling adalah bagian penting dari workflow Anda.
Arah umumnya:
- stop instance OpenClaw yang sedang berjalan,
- install ulang ke versi 2026.3.2,
- reinstall service bila perlu,
- restart gateway,
- verifikasi versinya.
Intinya bukan sekadar turun versi, tapi memastikan environment benar-benar kembali ke versi yang stabil.
Opsi 2 — Tetap di versi baru, tapi ganti model sementara
Kalau ada alasan tertentu yang membuat Anda harus tetap memakai 2026.3.7 atau 2026.3.8, maka alternatif paling realistis adalah:
- jangan pakai Kimi K2.5 dulu untuk task yang butuh tool,
- pindah sementara ke model yang tool calling-nya lebih aman,
- misalnya Gemini atau GLM sebagai primary/fallback.
Pendekatan ini masuk akal kalau Anda tidak ingin rollback versi, tapi tetap ingin workflow jalan.
Kapan sebaiknya jangan update?
Kalau workflow Anda termasuk salah satu di bawah ini, saya sarankan jangan update buru-buru:
- OpenClaw dipakai untuk kerja harian,
- tool calling adalah fungsi inti,
- Anda memakai Kimi K2.5,
- Anda butuh hasil yang benar-benar bisa dipercaya,
- tidak ada waktu untuk troubleshooting rollback.
Untuk kondisi seperti ini, update ke versi terbaru justru bisa menambah risiko operasional.
Pelajaran penting dari kasus ini
Ada beberapa pelajaran yang menurut saya layak dicatat.
1. Jangan terlalu cepat menganggap rilis baru pasti lebih aman
Versi terbaru tidak selalu berarti paling cocok untuk semua workflow.
2. Kalau workflow Anda kritikal, tunggu feedback komunitas dulu
Idealnya beri jeda 1–2 minggu sebelum update, terutama kalau stack Anda cukup spesifik.
3. Selalu tahu cara rollback
Kalau Anda pakai OpenClaw untuk operasional nyata, tahu cara rollback itu bukan bonus. Itu kebutuhan dasar.
4. Tool calling harus dites setelah update
Bukan cukup cek “service hidup”. Yang perlu dites justru:
- apakah command benar-benar dieksekusi,
- apakah tool card muncul,
- apakah output sesuai,
- apakah tidak ada looping palsu.
Kesimpulan
Kalau disederhanakan, pesan utamanya begini:
Untuk user Kimi K2.5, OpenClaw 2026.3.7 dan 2026.3.8 sebaiknya dihindari dulu jika tool calling adalah bagian penting dari workflow.
Versi yang lebih aman untuk saat ini adalah 2026.3.2, atau tetap di versi baru tapi pindah sementara ke model lain sampai fix resmi dirilis.
Ini bukan sekadar soal bug kecil. Ini soal kepercayaan terhadap automasi. Kalau tool calling tidak bisa dipercaya, maka seluruh workflow agent ikut kehilangan nilai utamanya.
Credit
Tulisan ini dirangkum dan diolah dari referensi komunitas berikut:
Source / credit:
https://github.com/fanani-radian/openclaw-sumopod/blob/main/tutorials%2Favoid-openclaw-2026-3-7-kimi-bug.md
Tag Artikel
Artikel Terkait
Temukan lebih banyak konten menarik yang mungkin Anda sukai
Tentang Penulis

Rama Aditya
Profesional dengan pengalaman 15+ tahun dalam digital marketing, fullstack development, dan konsultasi bisnis. Fokus membantu bisnis Indonesia membangun sistem yang efisien, scalable, dan berdampak langsung ke pertumbuhan bisnis.
Pelajari Tentang Kami

