OpenClaw & AI Operasional

Hermes Agent 0.21.0 Rilis: Bot Mode Bawaan, Live Subagent, dan Bug Watch

Jawaban singkat: hal utama tentang Hermes Agent 0.21.0 Rilis: Bot Mode Bawaan, Live Subagent, dan Bug Watch adalah ini: Audit Hermes Agent 0.21.0: Bot Mode bawaan, peer DM, cron continuity, live subagent, MCP, security hardening, bug watch, dan checklist upgrade.

Hermes Agent 0.21.0 membawa Bot Mode bawaan, DM antar-agent, live subagent steering, cron continuity, MCP command center, serta bug watch operasional.

Hermes Agent 0.21.0 Rilis: Bot Mode Bawaan, Live Subagent, dan Bug Watch

Hermes Agent 0.21.0 resmi dirilis melalui tag v2026.8.31 pada 31 Agustus 2026. Upstream menjulukinya The Pantheon Release. Fokusnya jelas: membuat banyak agent terasa seperti satu tim yang dapat diajak bicara, bukan sekumpulan proses terpisah.

Bot Mode kini menjadi bagian bawaan Desktop dan aktif secara default. Setiap profile bisa punya nama, avatar, roster, serta group chat bersama agent lain. Agent juga dapat saling mengirim DM melalui hermes peer. Cron mendapat memory dan continuity, subagent dapat diarahkan saat masih bekerja, MCP punya command center, dan agent dapat mengendalikan browser di Desktop.

Rilis ini material, tetapi belum layak menjadi alasan rollout serentak. Catatan rilisnya merangkum sekitar 5.800 commit dan 2.475 merged pull request sejak 0.20.0, termasuk fondasi yang sudah hadir di patch 0.20.x. Uji 0.21.0 pada satu profile canary lebih dulu karena masih ada issue terbuka seputar restore, keterlambatan routine, compression, dan context window cloud.

Apa yang benar-benar berubah di 0.21.0

Versi produknya adalah Hermes Agent 0.21.0, sedangkan tag GitHub resminya v2026.8.31. Compare resmi dari 0.20.6 (v2026.8.27) mencatat 911 commit. Artikel Hermes Agent 0.20.6 sudah membahas real-profile browser, fleet update, cron incident, web cache, dan secret storage. Fokus artikel ini adalah pengalaman multi-agent bawaan, steering subagent, command center MCP, kontrol browser Desktop, dan bug watch setelah rilis.

Bot Mode sekarang bawaan Desktop dan aktif secara default

Bot Mode kini bundled di Desktop. Setiap agent profile mendapat identitas visual yang konsisten, bisa diberi nama, dan masuk ke roster bersama. Operator dapat membuat group chat bergaya aplikasi percakapan, memberi nama dan gambar room, lalu memanggil agent tertentu dengan @mention.

Kolaborasi agent menjadi lebih mudah dilihat dan diaudit. Pesan antar-agent muncul sebagai card yang mencantumkan pengirim. Group chat dapat dilanjutkan, bukan hilang sebagai output background. Gambar, PDF, dan file juga dapat dibawa ke percakapan grup.

Tetap ada batas yang harus dijaga. Group chat yang lebih enak dipakai tidak otomatis membuat semua agent aman berbagi state, credential, atau filesystem. Profile tetap perlu dipisahkan menurut fungsi dan tingkat akses. Agent riset publik tidak perlu memakai credential deployment. Agent finance tidak perlu masuk ke room eksperimen yang menerima input web terbuka.

Bot Mode adalah control plane manusia, bukan pengganti permission design.

hermes peer membuat DM antar-agent durable

hermes peer memberi jalur komunikasi langsung antar-agent lintas profile dan gateway. Research agent dapat mengirim hasil ke coding agent, lalu coding agent mengembalikan status ke koordinator. Balasan masuk ke canonical Bot Chat masing-masing, sehingga percakapannya dapat dilihat dan dilanjutkan.

Routing baru tetap membawa risiko salah handle, salah profile, atau asumsi bahwa agent penerima punya konteks yang sama. Handoff perlu menyebutkan:

  • tujuan konkret;
  • artifact atau evidence yang harus dibaca;
  • batas aksi yang boleh dilakukan;
  • output yang diharapkan;
  • kondisi berhenti.

Nama agent bukan authorization boundary. Verifikasi profile, gateway, dan destination ketika pesan mengandung data sensitif atau meminta aksi eksternal. Pengguna Hermes Studio juga perlu memperhatikan issue #99801 tentang identitas conversation group chat yang stabil untuk cache affinity. Issue itu berstatus needs-decision dan bukan bukti bahwa semua Bot Mode 0.21.0 kehilangan data.

Cron sekarang punya memory, continuity, dan notepad

Scheduled agent dapat memuat dan memperbarui persistent memory seperti agent interaktif. Opsi continuity=true membawa output run sebelumnya ke run berikutnya. Setiap job juga punya notepad durable untuk state kerja yang tidak cocok masuk ke memory global.

Untuk monitoring, perubahan paling berguna adalah mode no-change yang dapat melewati inference. Job membandingkan state atau hash, lalu tidak memanggil LLM ketika tidak ada perubahan material. Ini mengurangi biaya dan noise.

Continuity baru berguna bila prompt job membedakan:

  1. fakta sumber pada run saat ini;
  2. state yang perlu dipakai untuk deduplikasi;
  3. keputusan atau preference yang memang layak disimpan jangka panjang.

Jika semuanya ditulis ke memory, job akan membawa terlalu banyak state. Gunakan notepad untuk cursor, hash, atau checkpoint; memory untuk keputusan durable; dan artifact atau run history untuk evidence primer.

Delivery cron juga dapat diarahkan ke canonical Bot Chat, sehingga hasil routine menjadi turn yang dapat ditanggapi agent. Karena ada issue delivery yang masih terbuka, verifikasi pesan benar-benar sampai; jangan berhenti pada status eksekusi agent.

Bug watch cron: routine dapat berjalan sangat terlambat

Issue #99879 diberi label P1 dan melaporkan routine 09:00 yang baru dijalankan setelah gateway hidup kembali, dengan keterlambatan antara belasan menit hingga lebih dari dua jam. UI atau CLI kemudian menampilkan run tersebut seperti eksekusi biasa, tanpa status missed atau lateness yang jelas.

Reminder yang datang satu jam terlambat bisa sama tidak bergunanya dengan reminder yang tidak pernah datang. Job finansial, SLA, cut-off iklan, atau rotasi operasional tidak boleh bergantung pada catch-up behavior yang belum didefinisikan.

Mitigasi sementara:

  • pantau heartbeat gateway dan supervisor, bukan hanya daftar job;
  • simpan scheduled time dan actual dispatch time di output atau log eksternal;
  • beri grace window eksplisit di prompt, lalu SKIP jika job sudah terlalu telat;
  • untuk aksi time-critical, gunakan scheduler dan delivery layer yang punya missed-run policy yang jelas;
  • uji restart, crash, sleep/wake, dan downtime sebelum rollout.

Status issue ini masih terbuka saat audit dilakukan. Jangan menganggap 0.21.0 sudah menjamin eksekusi tepat waktu hanya karena routine akhirnya mendapat status sukses.

Subagent dapat diarahkan ketika masih berjalan

delegate_task sekarang mendukung live orchestration. Operator atau parent agent dapat melihat child yang aktif, mengirim koreksi arah, atau menghentikannya tanpa membuang seluruh hasil parsial. Default maksimum naik menjadi 250 iteration dan 10 child concurrent.

Schema validation pada output child dan pelaporan biaya per delegation membuat parallel work lebih terukur. Child dapat diwajibkan mengembalikan struktur tertentu dan dikoreksi bila mulai menyimpang.

Jangan langsung memakai concurrency maksimum. Sepuluh child yang membaca repository, menjalankan browser, atau memanggil model mahal dapat membuat bottleneck baru. Mulai dari dua atau tiga child dengan scope berbeda, lalu ukur overlap, konflik state, biaya per hasil, dan kualitas handoff setelah steering.

Security Policy Hermes menyatakan hanya isolasi level sistem operasi yang menjadi boundary terhadap model adversarial. Ini relevan untuk delegation. Issue #99635 menyatakan child delegate_task berjalan in-process dan dapat mewarisi environment parent. Issue tersebut masih berlabel P3 dan needs-repro, jadi jangan menyebutnya sebagai advisory terkonfirmasi. Tetap jangan memakai child in-process sebagai credential boundary. Untuk reviewer yang harus benar-benar tidak punya akses ke secret parent, gunakan proses atau sandbox terpisah dengan environment yang dibatasi.

MCP berubah dari daftar config menjadi command center

MCP di Desktop sekarang digabung ke satu command center. Server dapat diimpor melalui alur paste, diperiksa kesehatannya di background, dan diminta re-auth sebelum tool call gagal. Overlay cost/usage menampilkan estimasi schema token serta pemakaian 30 hari per server.

Deep link hermes:// juga dapat mengarahkan proses instalasi MCP dengan confirmation eksplisit. Ini mempercepat setup, tetapi tautan instalasi tetap input eksternal. Review server, command, endpoint, dan scope credential sebelum approve.

MCP yang sehat secara koneksi belum tentu aman secara data. Periksa tiga lapisan:

  • availability: server bisa start dan tool bisa dipanggil;
  • authorization: token hanya punya scope yang diperlukan;
  • trust: output MCP boleh masuk ke context dan memengaruhi keputusan agent.

Aktifkan server secukupnya. Schema dari puluhan server dapat memperbesar context dan membuat tool selection makin ambigu.

Agent dapat mengendalikan browser di dalam Desktop

Browser dalam aplikasi Desktop tidak lagi hanya menjadi panel yang dilihat operator. Agent dapat menavigasi, mengklik, dan membaca halaman langsung di tab tersebut. Halaman juga dapat dibuka ke system browser dengan context menu link.

Ini memperbaiki supervisi untuk debugging web, membaca dokumentasi, atau alur login. Tetapi browser control tetap membawa data halaman ke context agent. Jika memakai real-profile browsing, cookie dan login berasal dari snapshot profile yang sudah dibahas pada 0.20.6.

Gunakan profile browser khusus operasi, bukan profile pribadi atau admin utama. Batasi akun pada scope minimum. Untuk aksi yang mengubah data, pastikan approval berada dekat dengan side effect, bukan diberikan sekali di awal untuk seluruh sesi.

Security hardening: instruction file dan secret redaction

0.21.0 mengumpulkan beberapa perbaikan security yang cukup konkret.

File instruksi agent seperti AGENTS.md, CLAUDE.md, SOUL.md, skill, dan memory store sekarang masuk protected instruction files. Write atau patch melalui file tools selalu memerlukan approval satu operasi. Tujuannya mencegah prompt injection mengubah standing instruction secara diam-diam dan bertahan lintas sesi.

Redaction juga diperluas ke variasi nama environment, token yang terbelah control character, output process(list), checkpoint proses, pembacaan .env, terminal exception, dan ACP stderr. Destructive command di Windows mendapat coverage approval yang lebih luas.

Perbaikan tersebut mengurangi accidental exposure, tetapi tidak mengubah trust model. Dokumen SECURITY.md menegaskan bahwa approval gate, redaction, scanner, dan allowlist di dalam proses adalah heuristic, bukan containment. Untuk open web, inbound email, multi-user channel, atau MCP yang tidak dipercaya, gunakan whole-process sandbox dengan filesystem dan network policy yang jelas.

Audit GitHub Security Advisories resmi tidak menemukan advisory publik aktif untuk repository Hermes Agent saat pemeriksaan 1 September 2026. Itu tidak berarti tidak ada bug security; artinya tidak ada advisory repository yang dipublikasikan pada endpoint resmi saat audit.

Bug watch setelah rilis 0.21.0

Beberapa issue dibuat setelah tag dipublikasikan. Statusnya masih terbuka dan belum boleh dianggap sudah punya fix dalam rilis stabil.

hermes import dapat menulis ke home yang salah

Issue #99839 berlabel P1. Laporan menyebut hermes import menampilkan target HERMES_HOME alternatif, tetapi full backup justru diekstrak ke root default. Command juga dapat memasang dan menyalakan gateway kedua memakai context target yang dianggap sandbox.

Risikonya adalah restore rehearsal yang seharusnya terisolasi malah menimpa config, state, skill, cron, atau profile live. Dua gateway juga dapat berebut credential messaging.

Sampai ada patch bertag:

  • jangan menguji full import di host produksi hanya dengan override HERMES_HOME;
  • gunakan VM/container terpisah untuk rehearsal;
  • hentikan dan inventory gateway sebelum restore nyata;
  • backup home aktif dan verifikasi path ekstraksi sebelum service diaktifkan;
  • jangan memakai --force sebagai pengganti isolasi.

Setting Ollama dapat mengecilkan context window cloud

Issue #99943 berlabel P2. Di 0.21.0, model.ollama_num_ctx dilaporkan dapat membatasi compressor walau model aktif berasal dari provider cloud. Context 1 juta token dapat terbaca sebagai 65.536, sehingga auto-compression mulai sekitar 49 ribu token.

Gejalanya antara lain status context limit yang salah dan compression terlalu dini. Workaround yang sudah diuji reporter adalah menghapus model.ollama_num_ctx, lalu membiarkan local Ollama melakukan auto-detection. Operator yang memakai campuran model lokal dan cloud perlu memeriksa nilai context di log setelah upgrade.

Compression dan queued follow-up masih perlu canary

Issue P1 #99882 melaporkan follow-up yang masuk saat compression dapat hilang dari overflow queue tanpa log. Issue P1 #99477 melaporkan jalur terkait yang dapat menggandakan history di database setelah compression memotong queue drain.

Versi reproduksi reporter tidak selalu persis 0.21.0, jadi keduanya bukan bukti bahwa setiap instalasi baru pasti terdampak. Karena issue masih terbuka setelah rilis dan menyentuh session state, uji satu percakapan panjang dengan beberapa follow-up cepat. Periksa apakah setiap pesan mendapat satu turn, tidak hilang, dan tidak muncul berkali-kali di history.

Checklist upgrade Hermes Agent 0.21.0

Sebelum upgrade:

  • backup home, state database, profile, memory, cron ledger, skill, plugin, dan konfigurasi;
  • catat commit SHA, deployment kind, supervisor, dan semua gateway aktif;
  • review profile yang akan masuk ke Bot Mode dan kurangi credential yang tidak diperlukan;
  • inventaris MCP serta scope token;
  • siapkan satu canary yang mudah di-rollback.

Saat canary:

  • pastikan Desktop menampilkan roster dan Bot Mode tanpa membuat profile duplikat;
  • kirim DM antar-agent lalu cek kedua canonical Bot Chat;
  • uji group chat, @mention, attachment, restart, dan pergantian conversation;
  • jalankan cron tepat waktu, restart gateway, lalu ukur apakah run menjadi on-time, catch-up, atau missed;
  • uji continuity dan notepad tanpa mencemari memory global;
  • steer dan stop satu subagent, lalu cek partial result serta biaya;
  • verifikasi MCP health, re-auth, dan tool scope;
  • uji browser pada account non-admin;
  • cek context limit untuk model lokal dan cloud;
  • kirim beberapa follow-up saat compression pada sesi panjang.

Sesudah canary:

  • cocokkan receipt update dengan runtime yang benar-benar hidup;
  • pantau delivery, bukan hanya status eksekusi;
  • cek database session untuk pesan hilang atau duplikat;
  • audit approval write ke instruction file;
  • rollout bertahap hanya setelah satu siklus cron dan satu skenario restart lolos.

Keputusan operasional

Hermes Agent 0.21.0 adalah rilis utama yang layak diperhatikan. Bot Mode bawaan membuat multi-agent lebih mudah dipakai dan diaudit. hermes peer memberi jalur handoff yang durable. Cron memory, continuity, notepad, dan monitor mode membuat routine lebih kontekstual. Live steering mengubah delegation dari lempar-tunggu menjadi orchestration yang dapat dikoreksi.

Nilai terbesar rilis ini ada pada integrasi antarfitur, bukan satu feature tunggal. Itu juga sumber risikonya. Profile, session, compression, cron, browser, MCP, dan gateway sekarang saling terhubung lebih erat.

Untuk lab atau satu profile non-kritis, 0.21.0 layak diuji sekarang. Untuk produksi multi-profile, routine time-critical, restore workflow, atau session sangat panjang, tahan rollout massal sampai canary membuktikan delivery, lateness, compression, dan restore path aman di lingkungan sendiri.

Referensi resmi

Lanjut membaca

Artikel yang masih relevan