Update OpenClaw 2026.4.26: Memory-Core Lebih Rapi, Runtime Deps Lebih Aman, dan Gateway Lebih Stabil

Update OpenClaw 2026.4.26: Memory-Core Lebih Rapi, Runtime Deps Lebih Aman, dan Gateway Lebih Stabil
OpenClaw 2026.4.26 bukan sekadar patch kecil setelah 2026.4.25. Rilis ini penting karena menyentuh beberapa area yang kemarin terasa nyata di operasional: memory-core, runtime dependency plugin, startup gateway, dan mekanisme update CLI.
Di host produksi yang saya pakai, upgrade dari 2026.4.25 ke 2026.4.26 berhasil tanpa rollback. Setelah restart, CLI dan gateway sudah sinkron di 2026.4.26, Telegram tetap OK, dan smoke test agent berhasil membalas OC_SMOKE_OK_426.
Ringkasan cepat
- Versi terbaru: OpenClaw 2026.4.26.
- Rilis ini membawa banyak perubahan, tapi yang paling relevan untuk operator harian adalah perbaikan memory, plugin runtime deps, gateway startup, update CLI, dan stabilitas agent.
- Issue
Memory unavailableyang sebelumnya muncul di 2026.4.25 sudah ditangani dari sisi runtime dependency staging. Di log live 2026.4.26,chokidarikut distage otomatis sebelum gateway naik. - Upgrade di host saya berhasil. Tidak ada error fatal yang memaksa rollback.
- Ada beberapa warning non-kritis saat startup, terutama timeout fetch pricing provider dan fallback IPv4 Telegram. Keduanya tidak menghentikan gateway maupun Telegram.
Apa yang paling penting di 2026.4.26
Release note 2026.4.26 panjang. Kalau dibaca mentah, banyak bagian yang relevan untuk plugin developer, provider, Control UI, channel, agent runtime, dan memory. Tapi untuk operator yang menjalankan OpenClaw harian, prioritasnya bisa diringkas ke beberapa area.
Pertama, memory dan runtime dependency lebih rapi. Ini penting karena di 2026.4.25 ada kasus memory-core aktif, tapi status menampilkan Memory unavailable karena dependency runtime yang dibutuhkan tidak ikut tersedia di root plugin-runtime-deps. Di 2026.4.26, OpenClaw memperbaiki cara bundled runtime deps distage sebelum gateway startup.
Kedua, gateway startup dibuat lebih tahan banting. Ada fix agar gateway bisa start dalam mode degraded saat ada satu plugin entry bermasalah, bukan langsung crash-loop seluruh channel. Ada juga perbaikan agar stale channel plugin tidak menjatuhkan gateway.
Ketiga, update CLI dibuat lebih aman. Release note menyebut update npm global sekarang dipasang ke temporary prefix yang diverifikasi sebelum package tree ditukar. Secara operasional, ini penting karena update in-place yang setengah lama/setengah baru bisa menjadi sumber error sulit dilacak.
Keempat, agent dan subagent mendapat banyak perbaikan kecil. Termasuk spawn model alias, requester delivery untuk completion announce, compaction token estimate, tool-loop detection, fallback logging, dan beberapa fix untuk model/provider tertentu.
Hasil upgrade live di host produksi
Saya melakukan upgrade dari 2026.4.25 ke 2026.4.26 dengan jalur aman: cek resource host, ambil backup package global lama, install versi baru, restart gateway, lalu verifikasi status.
Hasil finalnya:
openclaw --versionmenunjukkan OpenClaw 2026.4.26 (be8c246).- Gateway systemd aktif dan reachable di loopback.
openclaw statusmenunjukkan Gateway dan Gateway self sudah sama-sama app 2026.4.26.- Telegram probe OK: enabled, configured, running, connected, mode polling.
- Plugin registry refresh berhasil: 68/115 enabled plugins indexed.
- Smoke test agent berhasil: OC_SMOKE_OK_426.
Jadi untuk fungsi utama, upgrade ini lolos.
Apakah ada error saat update?
Tidak ada error fatal.
Yang muncul lebih tepat disebut catatan operasional, bukan blocker:
-
SIGTERMsaat restart gateway Ini muncul ketikaopenclaw gateway restartdijalankan. Di log, gateway menerima signal SIGTERM lalu shutdown, kemudian start ulang dan akhirnyagateway ready. Ini normal untuk proses restart, bukan tanda gateway crash. -
Runtime deps distage ulang saat gateway startup Setelah restart, log menunjukkan OpenClaw melakukan staging bundled runtime deps sebelum gateway startup. Yang menarik, daftar dependency yang distage mencakup
chokidar. Ini justru sinyal bagus karena problem memory 2026.4.25 memang terkait dependency ini. -
Timeout fetch pricing provider Ada warning untuk OpenRouter dan LiteLLM pricing fetch timeout. Ini tidak memblokir gateway, channel, atau agent. Dampaknya lebih ke data pricing/model metadata, bukan fungsi inti Telegram.
-
Fallback IPv4 Telegram Log Telegram memunculkan fallback sticky IPv4 karena network code seperti
ETIMEDOUT/ENETUNREACH. Telegram tetap jalan dan probe sukses, jadi ini bukan blocker di host ini. -
Tabel Channels di
openclaw statusmasih kosong Ini masih sama seperti gejala 2026.4.25: tabel summary channel kosong, tapiopenclaw channels status --probetetap menunjukkan Telegram OK. Jadi jangan reset credential Telegram hanya karena tabel Channels kosong. Pakai probe sebagai source of truth.
Fix memory-core dari issue 2026.4.25
Bagian paling menarik dari rilis ini adalah koreksi atas masalah memory-core yang kemarin sempat saya dokumentasikan.
Di 2026.4.25, gejalanya: memory-core aktif, tetapi openclaw status bisa menampilkan Memory unavailable. Root cause yang saya temukan di host produksi adalah dependency chokidar tidak tersedia di runtime deps cache, padahal ada path memory/status yang membutuhkannya.
Di 2026.4.26, release note menyebut fix untuk staging mirrored bundled runtime deps. Secara live, ini terlihat dari log startup yang otomatis men-stage runtime deps dan memasukkan chokidar@^5.0.0 sebelum gateway siap.
Setelah upgrade, openclaw status tidak lagi menampilkan Memory unavailable. Status memory terbaca sebagai:
- 85 files,
- 933 chunks,
- plugin
memory-core, - FTS ready,
- cache on.
Catatan saya: command openclaw memory status di host ini masih perlu dipantau karena sempat tidak cepat return dalam sesi pengecekan. Tapi status utama OpenClaw sudah kembali membaca memory dengan benar, jadi ini tidak memblokir operasional harian.
Perubahan lain yang layak dicatat
Beberapa item lain dari release note 2026.4.26 yang menurut saya relevan:
- Cerebras masuk sebagai bundled plugin, lengkap dengan onboarding dan static model catalog.
- Memory OpenAI-compatible mendapat opsi input type berbeda untuk query/document embedding, berguna untuk provider embedding asimetris.
- Ollama memory retrieval mendapat prefix query spesifik untuk model seperti
nomic-embed-text,qwen3-embedding, danmxbai-embed-large. - Control UI mendapat raw config pending-changes diff panel, redaksi sensitive value, dan polish quick settings grid.
- Matrix E2EE mendapat command setup encryption.
- Claude/Hermes migration mulai disiapkan lewat
openclaw migratedan importer terkait. - WhatsApp proxy QR-login mendapat fix agar menghormati
HTTPS_PROXY/HTTP_PROXY. - Bonjour mDNS dibuat lebih aman dengan default hostname DNS-safe untuk menghindari probing conflict dan restart loop.
Verdict: perlu upgrade sekarang?
Kalau Anda sedang di 2026.4.25, saya cenderung bilang: ya, upgrade ke 2026.4.26 layak dilakukan, terutama kalau Anda terkena gejala memory unavailable, runtime deps, gateway startup aneh, atau channel summary yang membingungkan.
Tapi tetap lakukan seperti operator waras:
- backup package/config penting dulu,
- cek resource server,
- upgrade,
- restart gateway,
- verifikasi
openclaw --version,openclaw gateway status,openclaw status, danopenclaw channels status --probe, - jalankan smoke test agent singkat.
Di host saya, upgrade ini berhasil dan tidak perlu rollback. Catatan yang tersisa lebih ke observasi non-fatal, bukan alasan untuk menahan upgrade.
Checklist verifikasi setelah upgrade
Gunakan checklist ini setelah naik ke 2026.4.26:
openclaw --version
openclaw gateway status
openclaw status --deep --timeout 30000
openclaw channels status --probe --timeout 30000
openclaw plugins registry --refresh
Kalau Telegram dipakai sebagai channel utama, jangan hanya percaya tabel Channels di summary. Jalankan probe channel. Jika probe bilang Telegram configured/running/connected dan token works, channel Anda sehat meskipun tabel summary masih kosong.
Kesimpulannya: OpenClaw 2026.4.26 terasa seperti release stabilisasi yang penting setelah 2026.4.25. Bukan update paling glamor, tapi cukup penting untuk operator yang menjalankan OpenClaw sebagai sistem kerja harian.
Artikel Terkait
Temukan lebih banyak konten menarik yang mungkin Anda sukai
Tentang Penulis

Rama Aditya
Profesional dengan pengalaman 15+ tahun dalam digital marketing, fullstack development, dan konsultasi bisnis. Fokus membantu bisnis Indonesia membangun sistem yang efisien, scalable, dan berdampak langsung ke pertumbuhan bisnis.
Pelajari Tentang Kami

